21 Mei 2011

Mahasiswa Malaysia sebaiknya langsung daftar di PT Indonesia

Posted by Sekretariat PAPTI on Sabtu, Mei 21, 2011
Kuala Lumpur  - Masyarakat Malaysia yang ingin berkuliah di perguruan tinggi di Indonesia sebaiknya mendaftarkan diri langsung ke universitas yang dituju, tanpa harus melalui perantara ataupun agen agar tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari.

"Silahkan daftarkan langsung ke kami lewat sarana komunikasi yang ada. Bisa lewat telepon, ataupun lewat email," kata Wakil Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Yonny Koesmaryono saat menjelaskan Indonesia Education Expo 2011 di Kuala Lumpur, Rabu.

Menurut dia, para pelajar dan orang tua yang mendaftar langsung akan mendapatkan informasi yang lengkap dan benar tentunya dari sisi biaya juga sesuai yang telah ditetapkan oleh pihak manajemen perguruan tinggi yang dituju tersebut.

"Kami hanya mengimbau untuk daftar langsung saja. Sebab kalau lewat perantara ataupun agen tentu ada tambahan biaya untuk jasa mereka," ungkapnya.

Oleh karenanya, lanjut dia, kepada para pelajar ataupun orang tua silahkan datang ke acara Indonesia Education Expo di PWTC dan bisa memperoleh informasi yang lengkap dan juga bisa mendaftarkan diri langsung kepada perwakilan masing-masing perguruan tinggi yang ikut dalam kegiatan tersebut.

"Sebanyak 22 perguruan tinggi Indonesia akan menawarkan program studinya kepada masyarakat Malaysia sejak 20-22 Mei di Putra World Trade Centre (PWTC) Kuala Lumpur. Kami siap memberikan informasi secara detail termasuk soal besaran biayanya," ungkap Yonny.

Senada disampaikan Kepala Sub Direktorat Kerja Sama Antar Lembaga Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan Nasional, Purwanto Subroto bahwa kegiatan ini merupakan yang pertama kali dilakukan secara bersama-sama yang dikoordinasikan oleh Kemendiknas dengan harapan semakin banyak para pelajar Malaysia yang melanjutkan ke perguruan tinggi di Indonesia.

Saat ini, terdapat sekitar 6000 mahasiswa Malaysia di Indonesia, sebaliknya terdapat 15 ribu lebih mahasiswa Indonesia di negeri jiran ini.

"Melalui kegiatan pameran bersama yang dilakukan oleh perguruan tinggi negeri dan swasta Indonesia di negara tetangga ini diharapkan ada peningkatan jumlah mahasiswa Malaysia yang belajar di Indonesia. Kita inginkan naik sekitar 10 hingga 20 persen dibanding saat ini," jelasnya.

Sementara itu, perguruan tinggi yang berpameran tersebut adalah Universias Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Sebelas Maret, Universitas Andalas (Unand), Institut Manajemen Telkom Bandung.

Lalu, Universitas Mulawarman, Universitas Parahyangan, Universias Riau, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Mustopo Beragama, Universitas Negeri Yogyakarta dan Politeknik Manufaktur Bandung serta Universitas Pasundan.


Tunjukkan Kualitas

Kepala Bidang Penerangan, Sosial dan Budaya Kedutaan Besar Republik Indonesia (Pensosbud KBRI) Malaysia Suryana Sastradiredja mengatakan, pameran ini suatu kesempatan yang baik untuk memperkenalkan kepada masyarakat di negeri ini bahwa kualitas perguruan tinggi di Indonesia juga tidak kalah dengan negara maju sekalipun.

Melalui pameran ini, lanjut dia, pihaknya juga bisa menjelaskan bahwa kualitas bidang studi lainnya di luar kedokteran dan farmasi yang selama ini menjadi incaran mereka, juga memiliki standar kualitas yang tinggi.

Pameran pendidikan ini diharapkan menambah pengetahuan masyarakat Malaysia bahwa belajar di Indonesia tidak kalah dengan negara lain, bahkan memiliki sejumlah kemudahan karena kemiripan bahasa, budaya dan agama.

Di samping itu, lanjut Suryana, melalui pameran ini juga bisa disampaikan bahwa biaya kehidupan seperti untuk sewa kos, makan, ataupun transportasi cukup terjangkau dan mudah diperoleh.

"Tentunya biaya hidup di Indonesia cukup terjangkau, apalagi bila mereka menjalankan pendidikan di luar Kota Jakarta sehingga hal tersebut juga bisa menjadikan pertimbangan,` ungkapnya.

Mengenai pemilihan waktu pameran, menurut dia, cukup tepat mengingat sejalan dengan perubahan waktu sistem tahun ajaran baru di negeri ini yang menyerupai di Tanah Air.

"Di sini tahun ajaran baru jatuh pada September. Dengan perubahan waktu tahun ajaran baru di sini yang hampir bersamaan dengan Indonesia diharapkan pameran kali ini bisa menarik para lulusan sekolah menengah untuk meneruskan pendidikan ke Indonesia," ungkapnya. - AntaraNews.com 21 Mei 2011